Tips kesehatan

Lama Gak Berhubungan Seks? Hal Ini Bisa Terjadi Pada Tubuhmu Lho

Add caption

Berhenti melakukan hubungan seks bisa memberikan pengaruh terhadap tubuhmu. Akan tetapi, pengaruh ini bisa berbeda-beda tergantung kondisi kesehatan, usia, dan bahkan hubungan seks macam apa yang kamu biasa lakukan. Tetapi jika secara keseluruhan kamu memiliki tubuh yang sehat dan berhenti melakukan hubungan seks karena tidak adanya pasangan, bisa jadi kamu akan mengalami beberapa perubahan pada tubuhmu.

Kamu bisa jadi kehilangan dorongan seks atau malah meningkatkan libido! “Bagi beberapa orang yang tidak melakukan hubungan seks, mereka akan mulai merasa lesu dan tidak bergairah lagi untuk melakukan hubungan seks,” jelas Sari Cooper, Licensed Clinical Social Worker (LCSW), seorang terapis seks bersertifikat.

“Beberapa dari klien saya mengaku mereka mulai keluar dari akal pikiran, sering bengong dan stress,” tambah Sari Cooper. Bagi sebagian orang, tidak melakukan hubungan seks bisa menurunkan gairah dan libido mereka, tapi sebagian lain justru meningkatkan libido dan gairah seksual mereka.

“Kita bisa jadi gak mikirin seks sama sekali, tapi bisa jadi malah mikirin terus tiap saat,” kata Lauren Streicher, penulis buku Sex Rx: Hormones, Health, and Your Best Sex Ever. Ia juga menjelaskan reaksi terhadap hal ini bisa jadi sangat beragam dan berubah-ubah. Hal apa saja kah yang akan terjadi kalau kamu kurang berhubungan seks?

Gelisah Galau Merana

Seks merupakan satu hal yang berhubungan dengan fisik dan mentalmu. “Saat seseorang melakukan hubungan seks, mereka biasanya akan melakukan kontak fisik dari kulit ke kulit, kontak semacam inilah yang pertama kali kamu dapatkan sebagai manusia untuk merasakan kenyamanan, seperti halnya seorang bayi dengan ibunya,” jelas Sari Cooper.

“Hubungan seksual memberikan pasangan kita banyak sentuhan dan belaian yang bisa membantu mengatur mood satu sama lain,” hal ini menurut Dr. Streitcher terjadi melalui pelepasan hormon oxytocin. Dr. Streitcher juga mengatakan bahwa seks bisa membantu meningkatkan semangat melalui pelepasan hormon endorfin yang dapat memperbaiki mood.

Tanpa mood booster alami ini, kamu akan cenderung merasa sedih dan murung. Tapi hal ini bukan berarti secara klinis kamu akan mengalami depresi. Meskipun beberapa studi telah menunjukkan bahwa depresi dan kurangnya hubungan seks memiliki keterkaitan satu sama lain, hal ini merujuk pada asosiasi, bukan hubungan sebab akibat.

“Jika kamu seorang dengan tubuh sehat dan kamu berhenti berhubungan seks, kamu gak akan depresi karena itu,” jelas Dr. Streicher. “Kamu bisa saja depresi karena pacarmu selingkuh, tapi kurangnya aktifitas seksual ini tidak akan menyebabkan depresi secara klinis, meskipun korelasinya cukup tinggi”

Dinding Vaginamu Bisa Melemah Lho


Pada wanita yang memasuki masa menopause, kurangnya penetrasi vagina bisa menjadi hal yang dianggap sepele. “Tanpa hubungan seks yang rutin, semakin usiamu bertambah dan semakin tua, dinding vaginamu bisa semakin menipis dan menyebabkan rasa sakit saat melakukan hubungan seks,” jelas Sari Cooper.

Menurut Komunitas Masyarakat Menopause Amerika Utara, hubungan seks rutin sangat penting untuk kesehatan area vagina setelah menopause. “Wanita berumur yang tidak melakukan hubungan seks akan cenderung memiliki jaringan dinding vagina yang lebih tipis dan kering”, papar Dr. Streicher. Bagian terburuk dari hal ini ialah pendarahan saat hubungan seks, semakin meningkat aktifitas seks, pendarahan dapat terjadi semakin parah” jelasnya.

Berkurangnya Lubrikasi alias Miss V Kering!

Bagi wanita yang sudah lanjut usia, vagina kering atau kurangnya lubrikasi bisa menjadi alasan untuk tidak melakukan hubungan seks. Menipisnya dinding vagina pada wanita berusia lanjut terjadi karena kurangnya hormon seperti estrogen.

“Jika kamu melihat wanita muda berusia 20 atau 30 tahun, dia memiliki banyak hormon estrogen untuk memastikan dinding vaginanya sehat, elastis dan basah” bahkan saat mereka tidak berhubungan seks, papar Dr. Streicher. “Sementara bagi wanita berusia 60 ke atas tanpa hormon estrogen, dinding vaginanya tidak akan sesehat, elastis dan basah seperti mereka yang berusia lebih muda.”

Sari Cooper juga menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan vagina, bahkan saat kamu tidak memiliki pasangan. “Berkurangnya lubrikasi vagina akan terjadi seiring bertambahnya usia. Maka penting untuk melakukannya meskipun tanpa kehadiran pasangan melalui self-pleasure. Bisa dengan buku-buku atau video erotis atau mungkin mencari pasangan. Hal ini dapat memicu lubrikasi terjadi lebih cepat.”

Tingkat Stress Bisa Jadi Meningkat atau Menurun

Sama halnya dengan efek psikologis akibat dari kurangnya berhubungan seks, hal yang satu ini sedikit rumit. “Orang yang tidak stress cenderung lebih banyak berhubungan seks, tapi sekali lagi hal ini merupakan bentuk asosiasi, bukan sebab akibat,” jelas Dr. Streicher. Ia mengatakan jika seks merupakan penghilang stress untukmu, tidak berhubungan seks bisa jadi menyebabkan stress.

Sebuah studi kecil di Scotland bahkan menunjukkan bahwa reaktivitas tekanan darah terhadap stress lebih rendah pada orang-orang yang rajin berhubungan seks daripada mereka yang jarang atau bahkan tidak melakukannya. Tapi Dr. Streicher juga mengatakan, “Bagi sebagian wanita, seks sebenarnya bisa menjadi tekanan untuk berbagai alasan seperti; seks itu menyakitkan.”

Mengurangi Resiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)


Bukan menjadi rahasia lagi kalau resiko infeksi menular seksual bisa menurun jika kamu tidak melakukan hubungan seks. Berita baiknya, tingkat ISK pun akan menurun dengan tidak melakukan hubungan seks! Tapi jangan senang dulu, hal ini juga tergantung dari jenis seks yang kamu lakukan.

“Hubungan seks berpotensi meningkatkan risiko ISK berulang,” ungkap Dr. Streicher. Hal ini menurutnya terjadi karena penyebaran bakteri yang terjadi saat berhubungan seks.

Delapan puluh persen ISK pada wanita pramenopause terjadi dalam waktu 24 jam setelah berhubungan seks, dan seperti yang dikatakan pada jurnal Dokter Keluarga Amerika, “Frekuensi hubungan seksual merupakan prediktor paling kuat yang dapat memicu ISK kambuh.” Maka jika kamu tidka berhubungan seksual, berarti kamu menghindari resiko ini.

Kram Saat Menstruasi Semakin Parah!

Seks ternyata bisa membantu mengurangi kram selama menstruasi! Walaupun belum ada studi yang menyatakan hal ini, Dr. Streitcher melihat pernyataan ini cukup beralasan. “Uterus itu terdiri dari otot-otot, dan banyak wanita akan merasakan kontraksi saat mereka orgasme, yang mana hal ini akan menyebabkan darah keluar lebih cepat dan mengurangi kram saat menstruasi,” jelasnya. “Mungkin juga meningkatnya endorfin saat berhubungan seks yang juga meringankan kram saat menstruasi,”

Kecerdasanmu Bisa Berkurang

Tapi ada dua penelitian yang sangat menarik pada hewan pengerat, satu dari University of Maryland dan satu dari Korea Selatan, menemukan bahwa berhubungan seks memperbaiki fungsi otak dan pertumbuhan sel otak mereka. Masih banyak penelitian yang perlu dilakukan sih.

“Penelitian ini masih berada di bawah judul ‘interesting preliminary research‘, tapi tidak membuktikan apapun,” pungkas Dr. Streicher.

Mengurangi Kemampuan Fisik untuk Berhubungan Seks

Meskipun pada beberapa kelompok, seperti wanita yang sudah menopause, bisa mendapatkan efek jangka panjang dari tidak berhubungan seks, pada umumnya tubuhmu akan mengingat bagaimana cara melakukannya saat kamu kembali ke ranjang.

“Mungkin bisa menenangkan bagi orang-orang untuk bilang, ‘Eh kita udah lama gak nih, tapi gak bakal lupa gitu aja kok.’ jelas Dr. Streicher. “Semuanya akan baik-baik saja. Kalau dari awal sudah baik, pasti seterusnya akan baik-baik saja walaupun sudah lama tidak melakukannya (hubungan seks).” tutup Dr. Streicher.

About Sarah bee

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.